Pages

Selasa, 13 Januari 2015

GANGGUAN-GANGGUAN DALAM METABOLISME

1. Gangguan Metabolisme Karbohidrat

Gangguan Metabolisme Karbohidrat dasar penyakit adalah defisiensi insulin gejala klinis penyakit dari penyakit ini adalah Hiperglikemia, Glikosuria, hal ini dapat diikuti gangguan sekunder metabolisme protein dan lemak bahkan berakhir dengan kematian. Penyakit ini umunya terjadi pada usia 50-60 thn dan dapat diturunkan secara autosomal. 

Gangguan Metabolisme Karbohidrat dapat menyebabkan gangguan pada Pankreas, seperempat penderita : pankreasnya normal, pada umumnya kerusakan pada sel beta ringan maka tidak mungkin menimbulkan gangguan produksi insulin. Bila ada Hialinisasi, Fibrosis, dan Vakoalisasi hidropik yang sebenarnya merupakan penimbunan glikogen. 

Metabolisme
Gangguan metabolisme karbohidrat juga dapat menyebabkan gangguan pada pembuluh darah. Bila gangguan metabolisme karbohidrat terlalu lama maka hiperglikemik menahun, pada otot, hati dan jantung terjadi difisiensi. Lemak dimobilisasi sebagai sumber tenaga sehingg lemak dalam darah bertambah. Lipaemia dan cholestrolimia menyababkan gangguan vaskular, dengan komplikasi aterioskelosis merata menuju skeloris pembuluh darah arteri coronaria, ginjal dan retina. 

Jika sudah menuju retina maka gangguan metabolisme karbohidrat juga dapat merusak kerja mata, yaitu menyebabkan skelosis arteri retina yang disebut retinitis diabetika. Geiala penyakit ini adalah perdarahan kecil-kecil tidak teratur, pelebaran pembuluh darah retina dan berkeluk-keluk, serta kapiler-kapiler membentuk mikroaneurisma.

2. Gangguan Metabolisme Protein.

Penyakit akibat Defisiensi protein yaitu terjadi pada pemasukan protein kurang sehingga kekurangan kalori, asam amino, mineral, dan faktor lipotropik. Akibatnya terganggunya pertumbuhan tubuh, pemeliharaan jaringan tubuh, pembentukkan zat anti dan serum protein akan terganggu. 

Hal ini menyebabkan penderita mudah terserang penyakit infeksi, perjalanan infeksi berat, luka sukar sembuh dan mudah terserang penyakit hati akibat kekurangan faktor lipotropik macam-macam penyakit defisiensi protein antara lain adalah Hipoproteinemia, dapat disebabkan exkresi protein darah berlebihan melalui air kemih, pembentukan albumin terganggu spt pada penyakit hati, dan Absorpsi albumin berkurang akibat kelaparan atau penyakit usus, juga pada penyakit ginjal 

3. Gangguan Metabolisme Lemak

Kelebihan lemak (Obesitas) meyababkan terjadi kalori didapat lebih besar dari pada kalori yang dimetabolisme (hipometabolisme). Hal ini terjadi pada hipopituitarisme dan hipotiroidisme. Kalori yg dibutuhkan menurun sehinnga berat badan naik, meskipun diberi makan tidak berlebihan. Lemak dapat ditimbun pada jaringan subkutis, jaringan retroperitoneum, peritoneum, omentum, pericardium, pankreas. Obesitas dapat memperberat hipertensi, diabetes, penyakit jantung. 

Kelebihan lemak disebut Hiperlipemia yaitu jumlah lipid darah total dan kholesterol meningkat hal ini dapat terjadi pada Diabetes melitus tidak diobati, Hipotiroidisme, Nefrosis lupoid, Penyakit hati, Sirhrosis biliaris, Xantomatosa, Hiperlipidemi, Hiperkholesterolemi. Penimbunan lemak terjadi di dinding pembuluh darah dapat menyebabkan penyumbatan pada arteri atau disebut arteriosklerosis.

Kekurangn lemak dapat terjadi pada orang yang kelaparan, atau karena terjadi gangguan penyerapan. Hal ini dapat menyebabkan tubuh terpaksa mengambil kalori dari simpanannya karena intake kurang yang mula-mula dimobilisasi : karbohidrat dan lemak, dan hanya pada keadaan gizi buruk akhirnya protein diambil dari jaringan pada penyakit Whipple selain difisiensi lemak, juga difisensi protein, karbohidrat dan vitamin.

0 komentar:

Posting Komentar

 

(c)2009 Gys!. Based in Wordpress by wpthemesfree Created by Templates for Blogger